" Okey klik tombol play dibawah, pastikan musikknya sudah berjalan ya sebelum scroll kebawah :) "
Jujur aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Yang jelas, rasamu belum benar-benar selesai di sini. Diam-diam tinggal di ruang yang tak pernah aku undang, tapi juga tak pernah aku usir.
Aku pikir rasa ini usai setelah kuungkapkan, ternyata cinta tak hanya soal mencintai, tapi juga keinginan untuk menjadi satu.
Aku menyimpan semuanya rapat-rapat, namun retaknya tetap terdengar. Mendekat merusak tenangku, menjauh merusak rinduku aku terjepit di antara dua luka yang sama-sama tak kupilih.
Kamu tidak salah. Tidak juga jahat. Kamu hanya memilih jalanmu sendiri. Dan aku, aku hanya seseorang yang belum tahu bagaimana caranya mencintai tanpa berharap kembali.
Setiap aku menulis kata-kata ini, rasanya seperti menoreh luka yang belum kering. Bukan untuk menyakiti diri, tapi untuk memastikan bahwa rasa ini nyata. Bahwa aku benar-benar mencintaimu sedalam itu.
Maaf jika setelah hari itu langkahku perlahan menjauh. Mungkin terlihat seolah aku tiba-tiba menghilang, padahal kenyataannya aku hanya berusaha menyembuhkan bagian-bagian diriku yang selama ini kupaksa untuk tetap kuat.
Mengungkapkan perasaan bukan akhir dari cerita, justru dari situlah aku menyadari betapa beratnya mencintai tanpa benar-benar digenggam, berharap tanpa kepastian, dan terus bertahan meski hati sudah lelah. Dekat membuatku rapuh, menjauh membuatku kehilangan, dan aku terjebak di antara rasa yang tak pernah selesai. Jadi kumohon maaf jika jarak yang kupilih melukai, tapi aku percaya diam kadang lebih baik daripada memaksakan sesuatu yang membuat kita saling terseret dalam luka yang sama. Menjauh bukan berarti aku berhenti peduli, aku hanya sedang belajar berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua cinta harus dimiliki untuk dianggap nyata. Ini langkah kecilku untuk kembali menemukan diriku, meski harus dengan perih yang tak mampu kubicarakan.
Aku masih tetap dengan kebiasaanku, mencari keberadaanmu di sela-sela hari yang terlihat biasa bagi orang lain. Tanpa kamu sadari, aku sering mengamati dari jauh, dari tempat yang tak pernah kamu ketahui. Kadang dari garis waktu yang kamu lewatkan, dari postingan singkat yang seolah tak berarti, dari cerita-cerita kecil yang kamu bagikan tanpa sadar ada seseorang yang masih memperhatikannya dengan hati yang tertahan. Bukan karena aku belum bisa melepas sepenuhnya, tapi karena bagian dari diriku masih menyimpan sisa-sisa harapan yang pelan-pelan sedang kupelajari cara memadamkannya. Ada rindu yang ingin kembali, tapi logika menahan agar aku tetap pada kenyataan, bahwa tidak semua yang kita jaga diam-diam harus kembali dalam genggaman. Maka biarlah aku tetap begini untuk sementara menjaga jarak, tapi tidak benar-benar pergi. Menghilang dari cerita hidupmu, namun diam-diam masih melacak jejakmu, hanya untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja, meski aku bukan alasan kebahagiaanmu.
Aku tidak menunggu. Aku hanya masih menyimpanmu. Bukan di depan pintu, tapi di tempat yang lebih dalam dari itu, di ruang yang paling sunyi di dalam diriku, tempat dimana hanya kamu yang pernah duduk dengan nyaman.
Aku tidak ingin kamu merasa bersalah. Cinta ini bukan beban yang kutitipkan padamu. Ini hanya bagian dari kisahku yang kebetulan pernah menuliskan namamu di setiap halamannya.
Dan kalau suatu hari nanti kamu bertanya kenapa aku belum sepenuhnya pulih, jawabannya sederhana, karena aku belum selesai mencintaimu. Dan mungkin, memang belum ingin.
" capek nggak :) kalo enggak kita lanjut ke halaman berikutnya dengan cara klik tombol dibawah ini. "